Saturday, January 17, 2015
Tuesday, January 13, 2015
TARI CAKALELE
Cakalele merupakan tarian tradisional Maluku yang dimainkan oleh sekitar 30 laki-laki dan perempuan. Para penari cakalele pria biasanya menggunakan parang dan salawaku sedangkan penari wanita menggunakan lenso (sapu tangan).
Cakelele merupakan tarian tradisional khas Maluku. Para penari laki-laki mengenakan pakaian perang yang didominasi oleh warna merah dan kuning tua. Di kedua tangan penari menggenggam senjata pedang (parang) di sisi kanan dan tameng (salawaku) di sisi kiri, mengenakan topi terbuat dari alumunium yang diselipkan bulu ayam berwarna putih.
Sementara, penari perempuan mengenakan pakaian warna putih sembari menggenggam sapu tangan (lenso) di kedua tangannya. Para penari Cakalele yang berpasangan ini, menari dengan diiringi musik beduk (tifa), suling, dan kerang besar (bia) yang ditiup.
Keistimewaan tarian ini terletak pada tiga fungsi simbolnya:
(1) Pakaian berwarna merah pada kostum penari laki-laki, menyimbolkan rasa heroisme terhadap bumi Maluku, serta keberanian dan patriotisme orang Maluku ketika menghadapi perang.
(2) Pedang pada tangan kanan menyimbolkan harga diri warga Maluku yang harus dipertahankan hingga titik darah penghabisan.
(3) Tameng (salawaku) dan teriakan lantang menggelegar pada selingan tarian menyimbolkan gerakan protes terhadap sistem pemerintahan yang dianggap tidak memihak kepada masyarakat.
Cakelele merupakan tarian tradisional khas Maluku. Para penari laki-laki mengenakan pakaian perang yang didominasi oleh warna merah dan kuning tua. Di kedua tangan penari menggenggam senjata pedang (parang) di sisi kanan dan tameng (salawaku) di sisi kiri, mengenakan topi terbuat dari alumunium yang diselipkan bulu ayam berwarna putih.
Sementara, penari perempuan mengenakan pakaian warna putih sembari menggenggam sapu tangan (lenso) di kedua tangannya. Para penari Cakalele yang berpasangan ini, menari dengan diiringi musik beduk (tifa), suling, dan kerang besar (bia) yang ditiup.
Keistimewaan tarian ini terletak pada tiga fungsi simbolnya:
(1) Pakaian berwarna merah pada kostum penari laki-laki, menyimbolkan rasa heroisme terhadap bumi Maluku, serta keberanian dan patriotisme orang Maluku ketika menghadapi perang.
(2) Pedang pada tangan kanan menyimbolkan harga diri warga Maluku yang harus dipertahankan hingga titik darah penghabisan.
(3) Tameng (salawaku) dan teriakan lantang menggelegar pada selingan tarian menyimbolkan gerakan protes terhadap sistem pemerintahan yang dianggap tidak memihak kepada masyarakat.
Sunday, January 11, 2015
KOTEKA
Koteka adalah pakaian untuk menutup kemaluan laki-laki dalam
budaya sebagian penduduk asli Pulau Papua. Koteka terbuat dari kulit labu air,
Lagenaria siceraria. Isi dan biji labu tua dikeluarkan dan kulitnya dijemur.
Secara harfiah, kata ini bermakna "pakaian", berasal dari bahasa
salah satu suku di Paniai. Sebagian suku pegunungan Jayawijaya menyebutnya
holim atau horim.
Tak sebagaimana anggapan umum, ukuran dan bentuk koteka tak
berkaitan dengan status pemakainya. Ukuran biasanya berkaitan dengan aktivitas
pengguna, hendak bekerja atau upacara. Banyak suku-suku di sana dapat dikenali
dari cara mereka menggunakan koteka. Koteka yang pendek digunakan saat bekerja,
dan yang panjang dengan hiasan-hiasan digunakan dalam upacara adat.
Namun, setiap suku memiliki perbedaan bentuk koteka. Orang Yali,
misalnya, menyukai bentuk labu yang panjang. Sedangkan orang Tiom biasanya
memakai dua labu.
Seiring waktu, koteka semakin kurang populer dipakai
sehari-hari. Koteka dilarang dikenakan di kendaraan umum dan sekolah-sekolah.
Kalaupun ada, koteka hanya untuk diperjualbelikan sebagai cenderamata.
Di kawasan pegunungan, seperti Wamena, koteka masih dipakai.
Untuk berfoto dengan pemakainya, wisatawan harus merogoh kantong beberapa puluh
ribu rupiah. Di kawasan pantai, orang lebih sulit lagi menemukannya.
SUMBER: forum.indowebster.com
dan wikipedia
Thursday, January 8, 2015
Kampuang Nan Jauh di Mato
Arti Lagu :
Kampung halaman yang jauh di mata
Gunung banyak sekelilingnya
Terkenang pada kawan-kawan lama
Saat aku bersuling-suling (memainkan suling)
Penduduknya yang baik
Yang suka bergotong royong
kalau susah sama-sama dirasa
Aku teringat pada kampung
Terkenang pada kampung halaman
Ibu ayah adik semuanya
Serasa memanggil aku pulang
Aku teringat pada kampung
Dengar lagunya di: www.youtube.com/watch?v=9Hrs8VO7uIM
Monday, January 5, 2015
TARI KHAS BETAWI
Jakarta
memiliki cukup banyak tarian tradisional yang hidup dan berkembang dalam
kebudayaan masyarakat aslinya, yakni masyarakat Betawi. Tarian Betawi terbentuk
dari proses asimilasi berbagai kebudayaan, seperti Melayu, Arab, Cina,
Portugis, India, dll. Tarian Betawi juga mempunyai ciri khas sendiri, yaitu
penggunaan suara musik pengiring yang riang serta gerakan-gerakan tari yang
dinamis. Di bawah ini ada lima jenis tarian Jakarta yang paling populer untuk
Anda ketahui.
1. Tari
Topeng Betawi
Tari Topeng cukup lama dikenal dan
berkembang dalam masyarakat Betawi. Tarian ini merupakan paduan aspek tari,
musik, dan teater. Penggunaan topeng dalam tarian ini didasarkan atas
kepercayaan dahulu masyarakat Betawi bahwa topeng mempunyai kekuatan magis yang
dapat menolak bala, bahkan menghilangkan rasa duka. Oleh karenanya, Tari Topeng
biasanya dipentaskan untuk memeriahkan pesta-pesta penting, misalnya pada acara
pernikahan dan khitan.
Lihat di: www.youtube.com/watch?v=0v5RZVtVbPA
2. Tari
Yapong
Tari Yapong pertama kali
diperkenalkan pada tahun 1977 dalam rangka mempersiapkan acara ulang tahun kota
Jakarta ke-450. Tari Yapong telah diciptakan oleh Bagong Kussudiarjo. Nama tari
ini berasal dari bunyi nyanyian lagunya “ya, ya, ya” dan alunan musik
yang berbunyi “pong, pong, pong.” Gerakan tarian ini sangat dinamis dan gembira
sehingga sering dipentaskan dalam acara-acara sambutan.
Nonton: www.youtube.com/watch?v=tVrQMqWiNHM
3. Tari
Cokek
Tarian khas Betawi ini ditarikan
berpasangan dan sangat kental dengan budaya etnik Cina. Kata cokek sendiri
berasal dari bahasa Cina cukin yang berarti selendang yang dipakai para penari
wanitanya guna menarik pasangannya. Tarian Cokek ini diiringi oleh musik
Gambang Kromong dan ciri khasnya adalah goyangan pinggul yang dinamis.
Buka: www.youtube.com/watch?v=aUTlI9ROcAc
4. Tari Lenggang Nyai
Tari Lenggang Nyai juga sering
disebut sebagai tari Lenggang Betawi. Tarian ini telah diciptakan oleh Wiwik
Widiastuti pada tahun 1998 hingga tarian ini bisa dianggap masih baru. Tarian
ini didasarkan pada cerita rakyat setempat, yakni tentang Nyai Dasimah yang
telah berhasil keluar dari perkawinan yang merenggut kebebasannya. Seperti Tari
Cekok, Tari Lenggang Nyai juga banyak dipengaruhi oleh budaya Cina. Sekelompok
gadis belia berjumlah 4 atau sampai 6 orang biasanya yang membawakan tarian ini
dan sering dipentaskan pada acara-acara resmi penyambutan tamu penting atau
pernikahan.
Ayo di buka: www.youtube.com/watch?v=s1eokDR8ODo
5. Tari
Japin
Tarian ini merupakan adaptasi dari
Tari Zapin yang dipengaruhi oleh budaya Arab adan Melayu. Konon, pengubahan
kata zapin menjadi japin dikarenakan kebiasaan masyarakat Betawi menyebut kata
Z dengan huruf J. Tari Japin diiringi oleh musik dan lagu Betawi, yang terdiri
dari alat musik gambus dan marwas. Keunikan Tari Japin Betawi ini dilihat dari
kelincahan para penarinya yang melompat-lompat dan biasanya ditarikan secara
berpasangan.
Nonton Tari Japin: www.youtube.com/watch?v=AjHkwEQc9J0
Sumber: belindomag.nl
Friday, January 2, 2015
Apuse
APUSE (Papua)
Apuse kokon dau ya rabe soren doreri
Wuf lenso bani nema baki pase
Apuse kokon dau ya rabe soren doreri
Wuf lenso bani nema baki pase
Arafabye aswarakwar
Arafabye aswarakwar
Arti Lagu Apuse:
Kakek-nenek aku mau pergi ke negeri seberang, Teluk Doreri
Pegang saputangan dan melambaikan tangan
Kakek/nenek aku mau pergi ke negeri seberang, Teluk Doreri
Pegang saputangan dan melambaikan tangan
Kasihan aku, selamat jalan cucuku
Kasihan aku, selamat jalan cucuku
Apuse kokon dau ya rabe soren doreri
Wuf lenso bani nema baki pase
Apuse kokon dau ya rabe soren doreri
Wuf lenso bani nema baki pase
Arafabye aswarakwar
Arafabye aswarakwar
Arti Lagu Apuse:
Kakek-nenek aku mau pergi ke negeri seberang, Teluk Doreri
Pegang saputangan dan melambaikan tangan
Kakek/nenek aku mau pergi ke negeri seberang, Teluk Doreri
Pegang saputangan dan melambaikan tangan
Kasihan aku, selamat jalan cucuku
Kasihan aku, selamat jalan cucuku
Subscribe to:
Posts (Atom)




